Saturday, September 27, 2014

Bermain dengan kertas

Dengan kertas, tentu saja kita bisa membuat berbagai macam permainan. Aku dan anak-anak memang terbiasa membuat mainan sendiri. Anak-anakku gampang bosan dan sayang kalau mainan baru hanya dimainkan sebentar saja. Sambil dikit-dikit mengajarkan anak generasi instan ini tentang proses. Bila kita menginginkan sesuatu, harus ada proses yang dilalui. Hasilnya pun kadang memuaskan kadang tidak. Generasi instan bila ingin mengetahui sesuatu, tinggal klik key word, semua yang dibutuhkan muncul. Bahwa perlu membaca atau menguji sesuatu mungkin jarang dilakukan. Eh ngelantuuurrr...hahaha. Pokoknya inilah mainan kami, dengan bahan-bahan yang ada bisa jadi sesuatu yang keren juga hahaha.

Wednesday, September 17, 2014

Glass Painting

Belajar Potong Rambut

Idenya aku dapet di instagram seorang ibu yang kreatif banget. Nah lupa IGnya, nanti kalau ketemu akan aku mention di sini. Lucu yaa, gambar perempuan dengan rambut panjang lalu, aku minta Kay memotongnya sesuai garis.

Selamat bermain.


Bermain Dengan Kertas dan Crayon

Dulu Kay nggak suka yang namanya mewarnai seperti kegiatan yang membosankan buat dia. Paling tiga goresan kerayon habis itu stop nggak mau lanjut lagi. Hihihi... Pernah suatu waktu Kay ikut acara lomba merwarnai di komplek, eh dia malah asyik melihat-lihat temennya sambil ngobrol-ngobrol denganku. Jadi kalau Kay bisa menyelesaikan 1 kertas gambar saja, aku uda tepuk tangan heboh..hihihi

Nah Didi Kay, akhir-akhir ini sering membawakan kertas gambar untuk mewarnai dengan karakter favorit Kay. Dan nggak tahunya Kay nggak herhenti mewarnai mulai 1 kertas, nambah lagi dan lagi. Rekor deh 4 kertas. Lumayan jadi ada kegiatan kalau lagi ditinggal masak atau ke kamar mandi.

Tuesday, September 16, 2014

Rain..Rain go away...

Kemarin siang, Kay dan aku membuat awan hujan. Banyak prosesnya mulai dari menggambar, mewarnai, menggunting, kemudian tempel-menempel. Ah, untungnya Kay ga bosen. Kay mencoba mengenal hujan. Dari mana hujan, dan bagaimana kok bisa ada hujan. Sambil diceritakan saja.
Ale pun bisa ikutan, meskipun belum sepenuhnya bisa tapi ia sering ikutan juga..lebih banyak ngacak-ngacaknya hahaha.

Bahan awan: kertas gambar, spidol,gunting, kapas yang disuwir2 dan lem. Caranya: gambar awan, lalu gunting, lumuri semua bagian kertas dengan lem, kemudian tempel kapasnya. (tambahan : bisa juga awannya diwarnai dengan cat air. Gunakan pipet lalu teteskan cat airnya)

Bahan dropnya : kertas yang digambar drop, lalu diwarnai dan digunting sesuai garis. Bila si kecil sudah pintar bermain gunting, beri kesempatan ia melakukannya. Ambil benang lalu potong dengan panjang yang sama. Drop yang telah selesai, ditempel di benang dengan selotip. (nah ini kay yang melakukan).

Lalu satukan drop dengan awan...dan selesaiiiii awan hujan telah selesai.

Kami mengerjakan dengan menyanyikan "titik hujan" dan ngobrol-ngobrol tentang hujan, Biar Kay nggak bosan. Selamat bermain!


Monday, September 8, 2014

Making Memories of Us

Ada apa dengan waktu? Kenapa begitu cepat terlewat atau hanya kita saja yang selalu menyalahkan waktu karena tidak pernah benar-benar hadir pada momen "saat itu". Pernah terbersit kenapa anak-anakku cepat sekali besar. Pernah terlintas masa-masa yang akan kulewati pada tumbuh kembangnya. Pernah terucap, duh kapan besarnya, ketika kantung mataku berat karena begadang dan kepalaku seperti meledak mendengar rewelan. Nggak terasa semua terlewati. Iya ternyata aku kadang merindukannya.
Aku tahu, masa tak bisa diulang, waktu tak bisa diputar. Apa yang ingin kuisi di memori anak-anakku? Kenangan indah. Apa yang kita ingat tentang memori masa kecil dulu. Apakah itu omelan Mama atau marahnya Ayah? Ternyata tidak meskipun aku sering mendapatkannya dulu. Aku ingat Mama memberi pijitan ketika aku capek. Aku ingat Ayah antar aku sekolah naik vespa. Aku ingat makan nasi pedas di wajan bekas Mama memasak sambal. Aku ingat Ayah beli ikan bakar di hari ulang tahunku. Aku ingat pulang sekolah, ketika buka pintu, Mama tersenyum.
Apa yang ingin kutinggalkan di memori anak-anakku? Kenangan yang indah. Kenangan indah masa kecil mereka pasti akan jadi harta paling berharga dalam hidupnya. 

Bermain bersama anak, tujuan untuk menstimulus mungkin menjadi tujuan kesekian. Tetapi sesungguhnya, aku ingin menjadi bagian dari kenangan indah. Anakku, kami memang tidak sering membelikan mainan, tapi aku bersedia menjadi teman mainmu. Anakku, mungkin kami bertingkah konyol karena ingin membuat kalian tertawa. Anakku terima kasih...tak ada warisan berharga yang dapat kami berikan. Kenangan-kenangan ini semoga jadi hartamu yang paling berharga.

 

Thursday, September 4, 2014

Stop Motion


Ketika Menunggu Pesanan


Wayang Show by Kay Ale dan Didi


Magnetic Rocket

Masih tentang roket, aku membuatkan permainan dengan bantuan magnet. Pertama, aku menggambar jalur roket di atas kertas yang agak tebal. Kemudian dasarnya, aku warnai dengan warna hitam dan ada sedikit kesan bentuk bintang. Selanjutnya aku menggambar roket di kertas dan mewarnainya, lalu gunting mengikuti bentuknya. Selanjutnya aku menempelkan paper clip dibelakangnnya dengan isolasi. Taraaaaa selesai.... cara bermainnya bisa liat video Kay Magnetic Rocket.

Tuesday, September 2, 2014

Kuda Lumping

Kita sering melihat anak-anak kecil bermain kuda-kudan. Biasanya Ayah mereka menjadi kudanya. Begitu pun anakku, Didinya sepulang dari bekerja sering ditodong menjadi kuda. Kadang pun ia menggunakan bantal untuk menjadi kuda imajinasinya. Nah, aku menawarkan Kay mau nggak dibuatkan mainan Kuda Lumping. Ia setuju dengan teriak "mauuuuuu". Aku memperlihatkan video tentang menari Kuda Lumping, anak-anak berjoget seru. hihihihi.
Pembuatannya mudah saja, butuh kardus bekas, gunting, lem, koran, cat air, kuas, dan niat (hihihi). Bentuk gambar kuda di kardus kemudian gunting. Tempelkan kertas koran pada kardus yang sudah berbentuk kuda, lalu cat dengan warna putih dan dilanjutkan dengan warna sesuai kesukaan. Kay meminta warna pink tapi karena cat air kami habis jadi warnanya seadanya saja.. Tetep keren kan....."yihaaaa...jaranan...jaranan..jarane jaran kepang"
"Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut." -Wikipedia